Hari ini, Rabu, 28 Mei 2025, menjadi momen tak terlupakan bagi seluruh keluarga besar SMA Plus Muthahhari Bandung! Panen Karya: Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) – Kearifan Lokal telah sukses digelar dengan penuh kehangatan dan kebahagiaan. Bertempat di aula KH. Jalaluddin Rakhmat yang dihias dengan nuansa tradisional, acara ini menghadirkan serangkaian penampilan memukau yang mencerminkan kekayaan budaya lokal sekaligus semangat pelajar Pancasila.
Acara dimulai dengan penuh semangat melalui penampilan Kabayan dan Ambu yang diiringi Cepot, membawa nuansa Sunda yang kental dan penuh humor. Tawa para siswa menggema saat Kabayan dengan jenaka berbincang dengan Ambu, sementara Cepot menghibur dengan tingkahnya yang khas. Kemudian, tausyiah penuh hikmah dari KH. Miftah F Rakhmat mengisi hati dengan inspirasi, mengajak semua untuk merawat nilai-nilai luhur Pancasila. Sambutan hangat dari Kepala Sekolah, Bu Dewi Listia, menyemangati siswa untuk terus berkarya. Kemeriahan berlanjut dengan penampilan Group Tahfidz yang menghipnotis hadirin dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, membawa kedamaian dan kekhusyukan di tengah suasana yang meriah. Tak ketinggalan, alunan Degung yang lembut namun memukau mengalun, membawa para penonton seolah-olah berada di tengah hamparan sawah Priangan yang damai.
Kegembiraan semakin memuncak saat penampilan Cepot kembali hadir dengan lawakan yang mengundang gelak tawa, membuat siswa tak henti-hentinya bertepuk tangan. Lalu, Paduan Suara SMA Plus Muthahhari tampil dengan harmoni indah, menyanyikan lagu-lagu Indonesia yang diaransemen oleh guru paduan suara (Kak Ical) seperti “Terbaik bagimu dari Ada Band” dan “Naik Delman dari Ibu Soed”. Puncak acara menjadi semakin istimewa dengan Borangan oleh Pak Asep Suharna, sebuah penampilan seni tradisional yang penuh makna, mengajarkan nilai-nilai keberanian dan kerja sama kepada para siswa.
Seluruh rangkaian acara ini diikuti dengan antusiasme tinggi oleh murid-murid SMA Plus Muthahhari. Wajah mereka berseri-seri, penuh kebahagiaan dan kebanggaan, karena tidak hanya menikmati penampilan, tetapi juga menjadi bagian dari perayaan kearifan lokal yang begitu dekat dengan hati. Mereka berfoto bersama , berbagi cerita, dan saling memuji karya teman-teman mereka yang dipamerkan di expo. “Ini acara paling seru yang pernah aku ikuti! Aku bangga bisa belajar budaya Sunda sambil bersenang-senang,” ujar salah seorang siswa dengan senyum lebar.
Dengan tema “Merawat Kearifan, Menjadi Insan Berperadaban”, Panen Karya kali ini tidak hanya sukses memukau hati, tetapi juga memperkuat karakter pelajar Pancasila yang cinta budaya, kreatif, dan berjiwa gotong royong. SMA Plus Muthahhari telah membuktikan bahwa pendidikan yang berakar pada kearifan lokal mampu menciptakan generasi muda yang berperadaban dan penuh semangat. Selamat kepada seluruh panitia, guru, dan siswa atas keberhasilan acara ini—kebahagiaan kalian adalah cerminan masa depan Indonesia yang gemilang!
Panen Karya 2025 telah membuktikan bahwa SMA Plus Muthahhari adalah sekolah para juara yang tak hanya belajar, tetapi juga hidup dalam kebahagiaan dan kebanggaan nasional!
